Menikmati Waktu
Kita semakin jauh Seperti tidak bisa lagi di raih atau bahkan hanya sekedar ku tatap Kita belum sempat menikmari senyum masing-masing Walau dulu, kita sempat bertemu, tapi aku masi merasa kurang Aku ingin kembali menikmati suaramu atau meminta telingamu mendengarkan ceritaku lalu mencubit pipiku dan aku yang merintih kesakitan Ah tidak tidak Aku mengharapkan terlalu banyak Ketika kita terlampau jauh Aku jauh lebih gemar di dalam lingkup percakapan Karena berkirim pesan lewat gawai tak bisa membuatku senyummu atau sekedar alismu Aku jauh lebih gemar menatap langsung matamu Ketimbang foto dengan pose anehmu itu atau sekedar menatap kukumu dan kembali memarahi tentang kuku panjang itu Suaramu lewat telepon Tak secandu ketika aku dapat mendengarnya langsung Lontara kata-kata kasarmu yang anehnya, malah jadi ku rindukan Kita berbeda dunia tapi seakan tak ada halangan untuk menuai percakapan Kira-kira, aku masi ada waktu tidak ya? Untuk kembali bertemu dan kembali bercakap ...