Postingan

terima kasih dan maaf

  Dengan sinar cahaya rembulan Kami terima kasih atas segala yang telah kalian perjuangkan Dengan sisa-sisa rasa kecewa Kami minta maaf atas segala salah Hasil usaha kalian bagaikan rintik hujan Banyak, tapi sering di sepelekan Salah kami bagaikan pasir di gurun Semakin lama semakin susah untuk di maafkan Kami, adalah sosok-sosok yang selalu berusaha untuk yang terbaik Kami, adalah sosok-sosok jahat yang hanya mendengar nasehat kalian.  Kami, adalah sosok-sosok yang tak tahu sopannya Kami, adalah sosok-sosok paling tidak baik tapi selalu berusaha yang terbaik Sedangkan Kalian, adalah sosok-sosok hebat yang memberi kita semangat besar Kalian, adalah sosok-sosok luar biasa yang sering kami abaikan Maaf, telah melupakan itu semua Maaf telah mengecewakan kalian Maaf atas lelah kalian yang berujung tak ada apa apanya Atas kesalahan yang begitu banyak itu, Apakah kalian mau memaafkan kami? Apakah kalian mau bersabar kembali atas sikap kami? Kami tahu kalian bukan Tuhan Tapi, apakah ...

marahi saja ia, Tuhan

nanti, Tuhan akan memarahiku tidak ya Melihat Dian yang beranjak dewasa ini banyak tidak bersyukurnya, banyak mengeluhnya Nanti, Tuhan marah tidak ya Melihatku perlahan mulai meragukan banyak hal Pun dengan ajaranNya Tapi, Dian satu ini juga sedang kebingungan Persoalan banyak hal baru yang mengejutkan Tapi, Dian satu ini juga sedang kecewa Mengapa hidupnya jadi seperti ini Keluar jalur dari rencananya Dian satu ini masih berusaha mengerti Persoalan persoalan yang baru saja datang dalam hidupnya Dian satu ini masih berusaha bangkit Sebab ia sempat jatuh berkali-kali dan harus menemukan penyangga lain agar ia dapat berjalan kembali  Marahi saja ia, Tuhan Sosoknya benar benar menyebalkan Padahal hidupnya juga masih panjang Baru segini saja sudah banyak mengeluhnya Besok-besok jangan buat ia hidup lagi, Tuhan.  21 Agustus 2022

dimana akhirnya

  Bila ku terus terusan di hadapkan oleh kata ikhlas Lalu mimpi mana yang dapat aku banggakan hingga akhir hayat? Bila kata ikhlas tak ada ujungnya masuk telingaku Lalu bahagia mana yang abadi? Aku tak pernah berharap untuk menjadi sempurna, Tuhan Cukup sediakan satu alasan untuk aku tetap hidup Sediakan aku satu alasan untuk tersenyum kembali setelah awan awan suram menghampiri setiap lorong isi nyawaku.  Aku tak pernah meminta menjadi sempurna, Tuhan.  Aku hanya ingin, yang tersayang milikku, jangan engkau buat pergi Sungguh mulia Takdir Mu Tuhan,  Sungguh indah apapun yang telah Engkau rencanakan Tapi begitu telak rasanya Ketika banyak mimpiku perlahan harus musnah Lalu, apa aku berhak bermimpi kembali, Tuhan Atau aku tidur saja dan tak pernah bangun agar mimpiku tak perlu musnah.  Aku tak tau mimpi mana yang akan jadi Aku tak tau butuh berapa banyak korban mimpi yang lain lagi Untuk sampai ke mimpi yang di takdirkan Tuhan Tapi aku harap, aku sungguh-sungguh ...

kenapa hanya di mataku cinta terlihat keruh

Bertemu banyak tipe manusia, dengan segala latar belakangnya, dengan segala sifatnya, tapi mengapa tak pernah ku lihat keruh di matanya saat melihat cinta? Mengapa hanya aku yang menganggap cinta adalah sebuah kebahagiaan yang semu? Apa jelajahku kurang jauh? Apa jelajahku pada matanya kurang tepat? Ku dengar dan amati latar belakangnya, kisah cintanya yang terlihat lebih suram ketimbang kepunyaanku. Tapi mengapa, di matanya aku masih melihat sepercik harapan bahwa akan ada cinta yang membahagiakan di depan sana? Sedang aku, terlihat sudah benar-benar padam. Tidak terlihat ada harapan apapun kecuali membahagiakan diri sendiri dengan ataupun tanpa cinta.  Apakah aku terlalu berlebihan? Iya? Aku pikir iya adalah jawabannya.  Tapi tetap saja, cinta akan terus seperti itu, keruh di mataku. Mau di bersihkan bagaimanapun juga, cinta tetap keruh di mataku. Dan akan selalu begitu.  20 Juni 2022

kereta

  halo, kamu siap dengar ini? dulu, cerita kita layaknya kereta, perjalanan nyaman dan sungguh cepat sampai    tujuan.  tapi tujuan kita berbeda. kita berpisah dengan indah.  aku mengucapkan selamat tinggal, dan kamu yang mengucapkan, selamat bertemu kembali.  aku harap kita memang benar-benar di pertemukan kembali. bukan pada kereta yang sama. bukan pada tempat duduk yg dulu sempat kita buat untuk berbagi cerita. tapi yg aku ataupun kamu, sudah memiliki tangan untuk di genggam.  bukan lagi hal menyakitkan. bukan lagi hal yang harus di patahkan. sejak saya bilang selamat tinggal. kita yang di kereta. kita yang duduk berdua. sudah ber ending bahagia.  selamat bertemu kembali! 5 Januari 2021

hanya sunyi yang tahu jawabannya

  jika di ingat, diantara luka dan tangis yang mendera. ada terselip beberapa kisah yang mampu melulu lantahkan hati yang keras.     tentang perkenalan tak sengaja. kontak mata pada sosok asing di keramain. dan senyumnya yang entah mengapa sangat menyebalkan di mataku.  jangan lupakan nomor tak di kenal yang entah dapat dari mana, dia memperkenalkan dirinya. seakan aku akan penasaran dengan sosoknya.  lalu kita lama lama dekat. entah apa yang terjadi hingga aku yang sudah tak perna memikirkan cinta ini di buat kebingungan oleh perasaannya sendiri detik demi detik. menit demi menit. kita saling memberi perhatian selayaknya orang saling mencintai. membahas hal hal aneh yang tak penting. dering telpon yang sering terdengar ketika malam hari aku pikir aku nyaman. aku pikir aku mulai menyukainya. hingga tak tau ada petaka yang    menungguku di depan sana.  rasa nyaman yang dia berikan sepertinya hanya tipuan. tidak ada yang asli karena pada akhirnya ia...

Jauh

  Kita semakin jauh Seperti tidak bisa lagi di raih atau bahkan hanya sekedar ku tatap Kita belum sempat menikmari senyum masing-masing Walau dulu, kita sempat bertemu, tapi aku masi merasa kurang Aku ingin kembali menikmati suaramu atau meminta telingamu mendengarkan ceritaku lalu mencubit pipiku dan aku yang merintih kesakitan Ah tidak tidak Aku mengharapkan terlalu banyak Ketika kita terlampau jauh Aku jauh lebih gemar di dalam lingkup percakapan  Karena berkirim pesan lewat gawai tak bisa membuatku senyummu atau sekedar alismu Aku jauh lebih gemar menatap langsung matamu  Ketimbang foto dengan pose anehmu itu atau sekedar menatap kukumu dan kembali memarahi tentang kuku panjang itu Suaramu lewat telepon Tak secandu ketika aku dapat mendengarnya langsung Lontara kata-kata kasarmu yang anehnya, malah jadi ku rindukan Kita berbeda dunia tapi seakan tak ada halangan untuk menuai percakapan Kira-kira, aku masi ada waktu tidak ya? Untuk kembali bertemu dan kembali bercakap ...