Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

terima kasih dan maaf

  Dengan sinar cahaya rembulan Kami terima kasih atas segala yang telah kalian perjuangkan Dengan sisa-sisa rasa kecewa Kami minta maaf atas segala salah Hasil usaha kalian bagaikan rintik hujan Banyak, tapi sering di sepelekan Salah kami bagaikan pasir di gurun Semakin lama semakin susah untuk di maafkan Kami, adalah sosok-sosok yang selalu berusaha untuk yang terbaik Kami, adalah sosok-sosok jahat yang hanya mendengar nasehat kalian.  Kami, adalah sosok-sosok yang tak tahu sopannya Kami, adalah sosok-sosok paling tidak baik tapi selalu berusaha yang terbaik Sedangkan Kalian, adalah sosok-sosok hebat yang memberi kita semangat besar Kalian, adalah sosok-sosok luar biasa yang sering kami abaikan Maaf, telah melupakan itu semua Maaf telah mengecewakan kalian Maaf atas lelah kalian yang berujung tak ada apa apanya Atas kesalahan yang begitu banyak itu, Apakah kalian mau memaafkan kami? Apakah kalian mau bersabar kembali atas sikap kami? Kami tahu kalian bukan Tuhan Tapi, apakah ...

marahi saja ia, Tuhan

nanti, Tuhan akan memarahiku tidak ya Melihat Dian yang beranjak dewasa ini banyak tidak bersyukurnya, banyak mengeluhnya Nanti, Tuhan marah tidak ya Melihatku perlahan mulai meragukan banyak hal Pun dengan ajaranNya Tapi, Dian satu ini juga sedang kebingungan Persoalan banyak hal baru yang mengejutkan Tapi, Dian satu ini juga sedang kecewa Mengapa hidupnya jadi seperti ini Keluar jalur dari rencananya Dian satu ini masih berusaha mengerti Persoalan persoalan yang baru saja datang dalam hidupnya Dian satu ini masih berusaha bangkit Sebab ia sempat jatuh berkali-kali dan harus menemukan penyangga lain agar ia dapat berjalan kembali  Marahi saja ia, Tuhan Sosoknya benar benar menyebalkan Padahal hidupnya juga masih panjang Baru segini saja sudah banyak mengeluhnya Besok-besok jangan buat ia hidup lagi, Tuhan.  21 Agustus 2022

dimana akhirnya

  Bila ku terus terusan di hadapkan oleh kata ikhlas Lalu mimpi mana yang dapat aku banggakan hingga akhir hayat? Bila kata ikhlas tak ada ujungnya masuk telingaku Lalu bahagia mana yang abadi? Aku tak pernah berharap untuk menjadi sempurna, Tuhan Cukup sediakan satu alasan untuk aku tetap hidup Sediakan aku satu alasan untuk tersenyum kembali setelah awan awan suram menghampiri setiap lorong isi nyawaku.  Aku tak pernah meminta menjadi sempurna, Tuhan.  Aku hanya ingin, yang tersayang milikku, jangan engkau buat pergi Sungguh mulia Takdir Mu Tuhan,  Sungguh indah apapun yang telah Engkau rencanakan Tapi begitu telak rasanya Ketika banyak mimpiku perlahan harus musnah Lalu, apa aku berhak bermimpi kembali, Tuhan Atau aku tidur saja dan tak pernah bangun agar mimpiku tak perlu musnah.  Aku tak tau mimpi mana yang akan jadi Aku tak tau butuh berapa banyak korban mimpi yang lain lagi Untuk sampai ke mimpi yang di takdirkan Tuhan Tapi aku harap, aku sungguh-sungguh ...