leave him
Apakah salah, meninggalkannya?
Meninggalkannya karena terlalu lelah di iris luka
atau karena ingin lebih mencintai Tuhan?
Hubungan ini tak terborgol
tapi terasa sangat menyakitkan kian hari
Melenguh lelah, mendoakannya seakan tak terjawab
Memberinya banyak ruang, banyak waktu
Tapi tak pernah ku dapat jawabannya
Hingga kini, ketika aku melepas sakit
Tanda tanya yang sempat ku tulis
Belum ada jawaban pasti
Apa aku kurang memberinya baris?
Ku tampakkan dengan jelas, merah mataku, sesak hidungku
Tapi yang ia lihat tetap isi kepalanya
Isi kepalanya yang aku yakin sampai kapanpun tak akan memberinya jawaban.
Entah sudah seberapa jauh aku melangkah
Antonim arah yang ia tuju
Aku tak pernah selesai melihat ke belakang
Sosok manusia yang sangat membuat isi kepalaku bertengkar.
Mungkin aku akan terus mencintainya
Tanpa ataupun ku doakan
sisi gelap pada dirinya akan tetap tak terlihat pada mataku.
25 Januari 2021
Komentar
Posting Komentar