Luka Rumah

 


Mungkin rumah bisa jadi tempat paling menyenangkan untuk pulang setelah di landa banyak cobaan. 

Mungkin rumah bisa jadi tempat penyembuh luka dari hal-hal kejam di luar sana.

Tapi, bila luka-luka itu juga datang dari rumah, lantas, mau pulang kemana? Mau cari penyembuhnya di mana?


Rumah mungkin bisa menjadi ladang tawa di beberapa waktu. 

Tapi rumah, juga bisa menjadi ladang luka di lain waktu.  


Rumah mungkin bisa menjadi sejarah indah dari banyaknya cerita konyol di dalamnya. 

Tapi rumah, juga bisa menjadi sejarah kelam dari banyaknya cerita tangisan di dalamnya. 


Ada tawa, ada teriakan, ada bahagia, ada luka, ada kelembutan, ada kemarahan. 


Rumah adalah tempat tumbuh seorang anak. Dari mereka bayi hingga akhirnya harus melepas orang tua untuk tinggal bersama pasangannya. 


Tapi, beberapa rumah memaksa seorang anak untuk dewasa sebelum waktunya. Memaksa mereka untuk memahami segala isi rumah, padahal, mereka masih butuh cinta, mereka masih butuh bahu, mereka masih butuh pelukan. 


Yang mereka inginkan adalah kelembutan, bukan kemarahan. Yang mereka butuhkan adalah cinta, bukan keegoisan. 


Terkadang isi rumah terlalu keras karena merasa sudah memberi banyak tapi tak pernah berbalas. 


Tapi, seorang anak adalah seorang anak. Jangan biarkan ia menyalahkan dirinya sendiri saat dia bahkan tidak tahu masa depannya sendiri. Saat dia bahkan kebingungan dengan tujuan hidupnya. 


Rumah dan segala isinya terkadang memang tak masuk akal. 


Rumah mungkin bisa jadi tempat pulang. 

Tapi rumah, juga bisa menjadi penjara paling kejam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

marahi saja ia, Tuhan

mati rasa? atau hanya takut?

Jauh