akhir yang sama

 kita berakhir lagi

benar benar berakhir

entah bisa di selamatkan atau tidak

tapi kisah ini benar benar sudah berepilog


Ini bukan perpisahan pertama kali

sebab kita pernah kembali berkali-kali

berpisah lalu kembali lalu berpisah lagi lalu kembali lagi. entah sampai kapan


saat dia bilang kita harus saling pergi, saling melupakan dan kembali ke rumah masing masing

aku tidak pernah sepakat. 

Karena sekarang, rumah yang aku punya hanya dia. 


Jika dia suruh aku pulang. Aku sudah pulang dari dulu. 


Mungkin yang lebih tepat, dia menyuruhku untuk mencari rumah lain. Rumah yang dia pikir akan jauh lebih nyaman ketimbang punyanya. 


Padahal ini bukan soal nyaman. Tapi soal keinginan. Mungkin saja aku nyaman tapi aku tidak ingin. 


Aku terima pilihannya walaupun aku sangat ingin menjadi egois. Aku terima pilihannya untuk saling menjauh, walaupun aku sangat ingin bilang aku masih mau dia. 


Tapi, aku juga tak ingin terus menerus berada di lorong waktu yang sama. Terus menerus mengulang karena aku pikir, aku bisa membuat lorong waktu itu jauh lebih panjang. 


Tidak, aku tidak mau lagi. Aku ingin yang kali ini aku menemukan ujung lorong waktu yang sudah berkali-kali aku lewati. 


untuk harap-harap dan mimpi mimpi yang pernah aku buat dan ingin aku wujudkan dengannya. Mungkin harap harap itu akan aku wujudkan dengan orang yang berbeda. dia pun juga harus begitu. 


Aku sudah menyerah

dia pun juga. 


Kita adalah sejarah. Masa lalu yang akan selalu menjadi kesukaanku. 


24 July 2021


Komentar

Postingan populer dari blog ini

marahi saja ia, Tuhan

mati rasa? atau hanya takut?

Jauh