di salah satu kursi bus mini
kau pernah menangis?
bagaimana dengan menangis di bus mini selepas pulang sekolah?
duduk di pinggir jendela bus, dengan mata yang tak berhenti mengeluarkan air mata, seakan lupa bahwa bus mini akan selalu ramai di jam segini.
Menangis seakan lupa bahwa kendaraan lain mungkin saja bisa melihatnya dari jendela yang tak gelap ini.
Tak ada lagi yang di pikirkan gadis berseragam sekolah ini, selain sakit-sakit yang menikm hatinya, mengeluarkan bentuk sesak lewat air mata
Kata siapa, kata siapa gadis ini tidak ingat keadaan. gadis ini hanya tidak bisa menghentikan air matanya. seakan yang keluar berada di luar kendali otaknya.
Bus mini selalu berhenti di pertigaan, akan lama bila penumpang bus sedang sepi. di tambah, ada kerusuhan di depan sana yang entah apa.
bukan sekali 2 kali gadis ini menangis di perjalanan pulangnya. gadis ini tidak memiliki masalah yang serius, ia hanya cengeng. dan lebih memilih menangis daripada sakitnya tak dapat berhenti. Ini sesak. bahkan lebih sesak dari sekedar kata sesak.
adakah yang lebih tak lazim dari gadis smp yang menangis di bus mini. di umurnya yang mungkin baru 13 tahun.
menangis di jalan pulang bukanlah sesuatu yang aneh. siapa yang tidak pernah menangis sambil mengendarai motor. Air matanya yang kering terkena angin. menangis di dalam mobil. menangis di pojok pojok cafe.
tangisan tak kenal tempat. bahkan sesak dan sakit menggerogoti tiap jengkal tubuh. seakan bilang. hentikan ini. kita masih terlalu muda untuk menangisi hal tak berguna.
aku bahkan masih bisa bilang tidak apa saat gadis smp menangisi nilanya yang jelek.
tapi menangisi cinta dan porak poranda rumah? gadis itu hanya gadis 13 tahun. gadis dengan seragam biru putih. cinta apa yang membuatnya sesak di umur 13 tahun. cinta seharusnta indah untuk anak 13 tahun.
cinta monyet tak seharusnya menyakitkan bukan? tapi rachel di film itu tidak termasuk, apa juga tidak termasuk gadis 13 tahun yang menangis di bus itu?
2 October 2021
Komentar
Posting Komentar