Harga

 Mungkin orang orang bisa bilang saya lebay. 

Mungkin orang orang bisa bilang saya drama.  

Mungkin orang orang bisa bilang saya tidak mudah   memaafkan. 

Mungkin orang orang bisa bilang saya suka mengungkit masalah. 


Tapi tidak ada orang yang tidak apa apa setelah kehilangan sesuatu yang ia sayangi. 

Tidak ada orang yang tidak apa apa setelah ia mendapati sesuatu yang berharga dari dirinya tiba tiba lenyap. 

Tidak ada. 


Orang-orang tidak tau, dan orang orang tidak akan pernah tau. 

Harga dari sesuatu itu sebelum ia sendiri yang mengalaminya.  

Mereka tidak akan tau. 


Seperti membangun rumah.

Bertahun tahun di tempati.

Bertahun tahun di isi oleh ratusan kenangan. 

Bertahun tahun di isi dengan barang barang berharga dan penting. 

Bertahun tahun di jadikan tempat pulang kala lelah.

Bertahun tahun hingga merubah sosoknya menjadi tempat yang paling di sayangi. 


Itulah mengapa, ketika rumah itu lenyap, entah itu terbakar atau dengan sangat harus di tinggalkan. 

Seseorang itu merasa kehilangan, sangat kehilangan. 

Dengan paksa harus meninggalkan rumah yang ia tempati bertahun tahun untuk tumbuh menjadi sosok yang hebat. 


Apalagi, bila ia dengan paksa di suruh mengikhlaskan rumah itu, karena rumah itu harus lenyap seketika. 

Tanpa ada persiapan akan terjadi hal buruk pada rumahnya. 


Yang tersayang bukan hanya soal ‘seseorang’. 

Tapi juga bisa soal ‘sesuatu’

Tidak ada yang tau bahwa hal sekecil apapun bisa saja, hal kecil itu, adalah hal yang paling ia sayangi. 

Tidak ada yang tahu. 


Mungkin orang-orang kerap meremehkan.

Harga dari sesuatu itu tanpa mau mendengerkan latar belakangnya. 

Kerap orang-orang meremehkan, seperti ‘itu hanya hal kecil’. 

Tidak lagi kecil bila dibumbui cinta. 


Saya cuma mau orang-orang tahu. 

Yang tidak berharga di mata mereka. 

Bisa saja sangat berharga di mata orang lain. 



{Tidak ada yang tahu bahwa @piramidiana adalah sesuatu kecil yang besar di mata saya. Tidak ada yang tahu ada kisah besar di balik hal kecil itu. Tidak ada yang tahu bahwa hal kecil itu adalah satu satunya yang saya punya saat saya benar benar butuh tempat pulang. Dan sekarang kalian sudah tahu. Saya tidak punya rumah dalam bentuk ‘seseorang’. Itulah mengapa saya menjadikan ‘sesuatu’ itu rumah saya. Saya sering memaparkan bahwa saya sangat sayang dengan kenangan di sana, tapi jauh dari itu, saya juga sangat sayang dengan karya tulisan yang sering saya unggah di sana. Tiap gambar punya kisah masing-masing. Dan dengan @piramidiana, mengingatkan saya tentang kisah kisah lalu sebelum saya seperti ini. Saya akan ikhlas. Tapi tidak sekarang, tidak secepat ini. Sudah saya bilang, @piramidiana adalah hal kecil yang besar di mata saya}


3 May 2022













Komentar

Postingan populer dari blog ini

marahi saja ia, Tuhan

mati rasa? atau hanya takut?

Jauh