Sudah Selesai

Apakah terlihat terlalu baik? Tidak, masih sangat jahat. Masih terlihat jahat karena pernah merasa menjadi pihak paling berdarah. Bahkan, masih banyak celah, celah yang tidak di pertontonkan. 


Masih jahat, ketika saya pernah begitu lantang mengatakan mereka jahat, sedang saya tak lebih baik dari mereka. 


Siapa yang salah? Siapa yang berhak minta MAAF? Siapa yang berhak bertanggung jawab? Saya, kami, atau mereka? 


Kau memilih siapa? Jangan memilih, jangan pernah memilih. 


Sayang, terkadang kita berhak egois ketika seseorang melukaimu. Ketika seseorang menusuk belati dalam relung jiwamu. Tidak apa, kamu berhak egois, kamu berhak marah, bahkan kamu berhak untuk melakukan tindakan apapun untuk mengembalikan belati yang ia atau mereka berikan, bahkan juga sangat berhak untuk tak menerima ia atau mereka yang menusukan belati padamu meminta maaf. Kamu sangat berhak. 


Sayang, kamu juga berhak menangis, berhak menyesal, berhak untuk teriak bahwa kamu juga sangat berdarah, saat itu. 


Kalian, kamu, mereka, sangat berhak. 


Tapi, sayang, lihat lah dirimu. Apakah engkau seperti itu? Apakah engkau yang di lihat orang-orang seperti itu? Yang dengan enggan menerima maaf serta memilih mengembalikan belatinya bahkan menambah jumlahnya lebih banyak, daripada memilih membuangnya dan mengobatinya sendiri?


Tapi, kamu tetap berhak. 


Sayang, maaf, telah melukaimu dengan begitu dalam. Maaf telah menyalahkan banyak hal alih-alih sadar bahwa ini juga salahku. 


Sayang, saya sudah berdamai dengan diri sendiri. Semoga hati dan jiwamu juga begitu padaku. Semoga kita sama-sama mengerti. Kita punya kesalahan yang sama. Saya sudah memaafkanmu, semoga kau pun juga begitu. 


Terima Kasih sudah mendewasakan lewat masalah ya, dek.


17 May 2022 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

marahi saja ia, Tuhan

mati rasa? atau hanya takut?

Jauh